TANGERANG || Clandestine-hankam.com - Semangat kebangsaan dan religius berpadu dalam Tabligh Akbar peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1448 H / 2026 M yang digelar Madura Asli Sedarah (MADAS) Kota Tangerang.
Acara berlangsung di Gedung Serbaguna MUI, Jalan Satria Sudirman, Sukaasih, Kota Tangerang, Jumat malam 21 Agustus 2026 pukul 20.00 WIB. Ratusan Anggota MADAS dari berbagai Kota baik Tangerang, Tangerang Selatan, Jawa Barat, Bekasi, jakarta memadati gedung sejak sore hari sampai malam hari.

Acara dibuka dengan khidmat dengan menyanyikan lagu kebangsaan _Indonesia Raya_ oleh seluruh peserta. Dilanjutkan dengan atraksi seni pencak silat khas Madura yang memukau. Gerakan tegas, kompak, dan penuh semangat itu menjadi simbol mental tangguh dan keberanian masyarakat Madura dalam menjaga agama dan bangsa.
Kehadiran jajaran DPP Madas Pusat turut memperkuat acara. Tampak hadir Wakil Sekretaris DPP Aziz, Ketua Bidang Hubungan TNI dan Polri DPP Edy Macan, Ketua LPK Aba Hasyim, Ketua Harian LPK H. Nurul Huda, dan Sekretaris LPK Fathurrohman.
Waketum DPP MADAS Sanjaya, Ketua DPC KOTA TANGERANG Mahmud, Ketua DPAC KOTA TANGERANG H Sumbri juga nampak hadir dibarisan depan.
Dalam sambutannya, Ketua DPC Madas Kota Tangerang Mahmud melontarkan aspirasi sekaligus sindiran halus kepada Pemerintah Kota Tangerang.
"Madas adalah organisasi yang mandiri dan tidak pernah meminta-minta kepada pemerintah. Yang kami inginkan hanya satu, bersinergi dan dirangkul bersama-sama. Kami bertanya, apakah Madas sengaja dianak tirikan dengan ormas lain? oleh pemerintah kota Tangerang Kenapa tidak pernah ada yang datang baik Walikota atau Wakil walikota pada acara kami?" ujar Mahmud.
"Ini bukan tuntutan. Ini aspirasi. Kami hanya ingin semua ormas diperlakukan sama dalam pembinaan. Kehadiran pemerintah kota Tangerang adalah bentuk perhatian yang kami harapkan," lanjutnya. Pernyataan itu disambut tepuk tangan panjang anggota.
Senada dengan itu, Ketua Harian Lembaga Perlindungan Konsumen LPK Madas H. Nurul Huda menegaskan fungsi utama ormas, khususnya Madas.
"Fungsi ormas Madas adalah sosial kontrol. Kontrol untuk semua. Baik pemerintah, instansi, kepolisian, dan semua pihak yang menggunakan anggaran negara. Di situlah peran ormas Madas harus hadir," tegas H. Nurul Huda.
Beliau juga menekankan independensi Madas. "Anggaran yang disalahgunakan harus kita awasi bersama. Madas sendiri adalah ormas yang tidak bergantung pada siapapun. Banyak pengadaan barang seperti ambulans dan kegiatan sosial lainnya itu murni dari uang patungan anggota. Itu bukti kemandirian kami," jelasnya.
Tausiah inti disampaikan Al-Habib Hamid bin Ja,far Al-Qodrie yang mengangkat keteladanan Rasulullah SAW dan semangat kebangsaan.
"Madura terkenal dengan kereligian, akhlakul karimah, dan keberaniannya. Mental tangguh merayakan Maulid Nabi Besar Muhammad Saw adalah tradisi agung Ini bukti yang harus kita tunjukkan ke siapapun, untuk selalu mengagungkan nama besar Baginda Rasulullah," tutur Habib.
Beliau juga berpesan menjaga kebhinekaan. "Kita istimewa karena lahir di Indonesia. Madura ikut menyumbang kemerdekaan. Untuk Madas di Kota Tangerang, berilah manfaat. Jangan terpengaruh propaganda pemecah bangsa. Mari rawat kebhinekaan," pesannya.
Habib juga mengenang jasa Syehkona Kholil Bangkalan sebagai guru besar para ulama yang melahirkan banyak pesantren, ulama-ulama baik di Jawa Timur, Jawa Barat, Banten, dan seluruh Nusantara.
Acara ditutup dengan pembacaan sholawat Nabi, dan doa bersama. Dengan tema "Meneladani Akhlak Rasulullah SAW untuk Kota Tangerang yang Berakhlak",
Tabligh Akbar ini diharapkan menjadi momentum agar suara ormas didengar dan sinergi dengan pemerintah dapat terwujud. (oki)